Meningkatnya aktivitas pariwisata rupanya dibarengi dengan semakin tingginya minat terhadap jenis wisata ekstrem. Di Indonesia sendiri, keanekaragaman kontur alamnya mampu menghadirkan berbagai jenis wisata ekstrem yang sayang untuk kamu lewatkan. Beberapa di antaranya tak membutuhkan banyak peralatan, namun beberapa lainnya membutuhkan peralatan pendukung yang relatif mahal. Namun, mencobanya sekali seumur hidup apa salahnya? Berikut Tiketrip ulas beberapa jenis wisata ektrem di Indonesia yang bisa kamu coba. Hmm…kira-kira berani atau tidak, nih?

1. Panjat Tebing di Lembah Harau

Lembah Harau berada di sekitar 18 km dari Kota Payukumbuh, Sumatra Barat. Di sini kamu akan dikelilingi batu granit terjal berwarna-warni setinggi 100 sampai 500 meter. Terdapat 300 lokasi panjat tebing curam yang siap menyambut para penggemar olahraga panjat tebing. Dengan kecuraman tebing yang mencapai 90 derajat, Lembah Harau menjadi salah satu lokasi wisata ektrem favorit di Indonesia.

2. Surfing di Mentawai

Salah satu artis Hollywood, Liam Hemsworth, pernah berburu ombak di destinasi satu ini, lho. Berada di Sumatra Barat, Mentawai menjadi destinasi wisata ekstrem favorit para peselancar dari penjuru dunia. Ombak di salah satu gugusannya bahkan bisa mencapai ketinggian 5-6 meter dan tergolong ombak kelas dunia.

3. Cave Diving di Goa Hukurila

Bagi para penyelam, cave diving menjadi tantangan tersendiri karena harus memiliki keahlian menyelam tingkat lanjut. Berlokasi di Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon, Maluku, Goa Hukurila akan menyambutmu dengan gugusan karang dan biota lautnya yang indah. Goa ini memiliki beberapa celah sempit selebar 2-3 meter dengan kedalaman hingga 20 meter.

4. Paralayang di Bukit Gantole

Bukit Gantole berada di kawasan Gunung Mas, Puncak, Bogor. Bukit ini pernah dijadikan lokasi pertandingan paralayang Asian Games 2018 lalu, lho. Lokasinya yang terletak di ketinggian 250 meter menyajikan pemandangan Puncak yang mengagumkan. Tak heran, keindahan lokasi dan atraksi wisatanya yang menarik mampu mengundang para penggemar wisata paralayang untuk mencicipinya.

5. Bungee Jumping di Jembatan Gantung Lau Hulung

Melompat dari atas jembatan dengan hanya menggunakan tali? Siapa takut? Terletak di Deli Serdang, Sumatra Utara, jembatan ini juga dikenal dengan sebutan Titi Gantung STM Huluerada. Di sini kita akan diajak melompat dari ketinggian hingga 120 meter dan merasakan rasanya terbang! Berani coba?

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sejuta keindahan alamnya yang tersimpan. Berkembangnya teknologi dan akses informasi yang semakin pesat membuat destinasi-destinasi di Indonesia yang semula jarang disorot menjadi semakin populer. Beberapa destinasi bahkan menjadi primadona karena paling banyak diminati para wisatawan. Nah, berikut adalah lima di antara destinasi Indonesia terpopuler sepanjang tahun 2018 menurut cnnindonesia.com. Penasaran, kan? Simak rangkumannya berikut, yuk.

1. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Labuan Bajo menduduki peringkat pertama destinasi terpopuler sepanjang tahun 2018. Keindahan alamnya yang eksotis memang mampu mengundang siapa saja untuk datang mengunjunginya langsung. Terdapat banyak objek wisata yang ditawarkan di sana, mulai dari menyelam hingga mengunjungi Taman Nasional Komodo. Hamparan bukit dan pantai menjadi pesona utama yang memikat hati para wisatawan.

2. Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat

Dari sekian banyak gunung di Indonesia, Gunung Rinjani menjadi destinasi terpopuler di kalangan pendaki gunung sepanjang tahun 2018. Gunung ini tak hanya diperuntukkan bagi pendaki profesional saja, melainkan juga ramah terhadap para pendaki pemula. Terdapat beberapa titik menarik yang tak sulit dijangkau. Di bawah kawasan taman nasional, kelestarian Gunung Rinjani sangat dijaga oleh pemerintah.

3. Banyuwangi, Jawa Timur

Berlokasi di paling ujung timur pulau Jawa, keindahan alam Banyuwangi menjadi sorotan di sepanjang tahun 2018. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sangat menggenjot potensi pariwisata wilayahnya yang sebelumnya kurang banyak diketahui. Tak hanya memiliki Kawah Ijen yang mengagumkan, Banyuwangi juga memiliki pantai-pantai yang tak kalah cantik dan diminati wisatawan yang ingin berselancar hingga menyelam.

4. Banda, Maluku

Dikenal dengan ikon gunung apinya yang terlukis di pecahan mata uang, Banda menjadi destinasi yang tak kalah populer di tahun 2018. Pulau dengan hasil rempah yang melegenda ini menyajikan pesona daratan dan bawah laut yang mengagumkan. Beragamnya terumbu karang bawah laut Banda telah membuat para wisatawan jatuh hati dan tak segan untuk datang kembali.

5. Mentawai, Sumatera Barat

Siapa yang tak kenal Mentawai dengan deburan ombaknya yang populer? Mentawai menjadi salah satu destinasi favorit yang dicari para peselancar saat mengunjungi Indonesia. Tak sedikit wisatawan yang mengatakan bahwa ombak di Mentawai mirip dengan ombak yang ada di Hawaii. Wih, tak heran pulau terpencil ini menjadi sorotan sepanjang tahun 2018!

Kegiatan outbond umumnya kita kenal sebagai aktivitas menyenangkan dan penuh tantangan yang dilakukan di luar ruangan. Biasanya outbond berbentuk serangkaian permainan yang kreatif, rekreatif, dan edukatif, baik dilakukan secara individu atau kelompok. Namun, di balik aktivitasnya yang menyenangkan, outbond rupanya memiliki tujuan dan manfaat tersendiri bagi orang-orang yang melakukannya. Berikut adalah beberapa tujuan dan manfaat aktivitas outbond yang telah Tiketrip rangkum dari berbagai aspek.

1. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan

Tak semua orang memiliki kepercayaan diri dan kesempatan untuk menunjukkan sisi kepemimpinan yang dimiliki. Beberapa metode outbond menerapkan permainan dengan memberi suatu permasalahan bagi setiap tim untuk diselesaikan bersama. Pada kesempatan ini, beberapa orang akan menunjukkan jiwa kepemimpinannya dalam kelompok tersebut.

2. Melatih kemampuan bekerja sama

Dalam suatu organisasi atau perusahaan, setiap individu diharapkan dapat bekerja sama dengan siapa saja agar membentuk lingkungan kerja yang efektif. Namun, tak semua orang dapat melakukannya dengan mudah, terutama saat di awal. Melalui kegiatan outbond, beberapa permainan dengan konsep beregu akan melatih dan membiasakan seseorang untuk berkerja sama dengan siapa saja.

3. Mengasah kreativitas

Sebagian besar permainan dalam outbond menghadirkan tantangan yang unik dan variatif. Biasanya, metode aktualisasi diri melalui permainan ini dikemas dengan konsep yang menyenangkan. Untuk dapat memenangkan setiap permainan, masing-masing individu harus unggul dari lawannya melalui pola pikir yang lebih kreatif dan inovatif.

4. Membangun kemampuan analisis

Jangan anggap remeh permainan-permainan di dalam aktivitas outbond, ya. Sebab sebagian besar permainan outbond didesain dengan mengedepankan keterampilan analisis yang baik. Hal ini akan mempengaruhi proses pola berpikir tiap individu dalam memecahkan sebuah masalah yang tengah dihadapi.

5. Memperbaiki pola komunikasi

Saat melakukan permainan outbond dengan sistem beregu, setiap orang akan dikelompokkan secara acak. Sehingga masing-masing individu diharuskan bersosialisasi dengan siapa saja yang ada di dalam timnya. Hal ini dapat memperbaiki pola komunikasi antar anggota organisasi atau perusahaan yang semula renggang supaya lebih akrab.

 

Masih banyak lagi tujuan dan manfaat kegiatan outbond selain beberapa hal di atas. Tidak heran jika banyak organisasi dan perusahaan yang secara rutin mengagendakan acara outbond bersama para anggotanya. Outbond secara tidak langsung dapat membangun lingkungan organisasi atau perusahaan menjadi lebih baik dan efektif. Nah, buat kamu yang sedang merencanakan untuk mengadakan agenda outbond bersama, cek beberapa paket outbond menarik yang bisa kamu pilih di sini, ya. Untuk reservasi silakan kontak kami lewat sini.

Membaca buku yang berkaitan dengan traveling tak hanya menghibur, tetapi juga memotivasi diri sendiri untuk mengunjungi tempat-tempat impian kita. Nah, apakah kamu sedang mencari referensi buku untuk dibaca saat akhir pekan ini? Simak rekomendasi buku traveling terbaik versi Tiketrip berikut, yuk.

1. The Geography of Bliss by Eric Weiner

Buku ini menceritakan tentang kisah perjalanan sang penulis yang juga seorang jurnalis NPR (National Public Radio) mengelilingi dunia mencari negara paling bahagia. Eric Weiner adalah seorang yang senang mengeluh atau menggerutu. Baginya, mustahil ia bisa mendapatkan kebahagiaan di dalam diri jika tak memiliki kebahagiaan di luar dirinya. Berangkat dari logika tersebut, maka Weiner memberanikan diri melakukan riset mengenai kebahagiaan dengan mengunjungi negara-negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi dibanding negara-negara lainnya. Hasil riset Weiner dalam buku ini benar-benar akan mengubah pandanganmu mengenai makna dari kebahagiaan itu sendiri. Sungguh menarik!

2. The Naked Traveler by Trinity

Nah, kalau buku ini sudah fenomenal di kalangan pembaca Indonesia dari buku pertamanya. Buku The Naked Traveler tercetak dalam beberapa series. Setiap seriesnya menceritakan kisah perjalanan Trinity mengunjungi destinasi-destinasi yang berbeda dengan cara backpacking. Melalui buku ini, kamu akan diajak merasakan pengalaman melakukan sebuah perjalanan dengan segala keterbatasan yang ada. Kisah Trinity yang seringkali sial dan mengalami hal-hal di luar dugaan akan membuatmu tak henti-hentinya tertawa saat membaca buku ini.

3. The Alchemist by Paulo Coelho

Novel karya Paulo Coelho ini lebih seperti buku motivasi hidup atau pengembangan diri. Pasalnya, isi dalam novel ini penuh dengan pertanyaan-pertanyaan tentang hidup, mulai dari impian hingga cinta yang dikemas melalui alur cerita dan kisah yang menarik. Novel ini menceritakan tentang seorang pemuda penggembala bernama Santiago yang memiliki mimpi dan memutuskan berkelana untuk mewujudkannya dengan meninggalkan zona nyamannya. Pergolakan batin dan perjalanan hidup Santiago tampak sangat nyata meski dalam bentuk cerita dongeng. Melalui buku ini, Coelho benar-benar mampu mengubah sudut pandang pembacanya mengenai makna kehidupan.

4. The Jilbab Traveller by Asma Nadia

Masih ragu untuk berpetualang karena kamu mengenakan jilbab? Eits, sudah saatnya kamu membaca buku karya Asma Nadia ini. Buku ini berisi kisah-kisah perjalanan para muslimah berjilbab yang telah berkelana ke berbagai belahan dunia. Melalui cerita mereka, kamu akan mengetahui bagaimana pandangan orang-orang di berbagai negara mengenai sosok perempuan berjibab. Mulai dari yang disangka seorang TKW, teroris, sampai Madame Theresa. Penasaran, kan?

5. Vagabonding: An Uncommon Guide To The Art of Long-Term World Travel by Tim Ferriss

Buku ini nampaknya sudah jadi buku yang wajib dikantongi para penjelajah sejati. Vagabonding akan membantu siapapun yang memiliki rencana untuk berkelana dalam waktu yang panjang. Bahwa hal yang paling dibutuhkan untuk dapat berkelana jangka panjang bukanlah uang yang banyak, melainkan cara bertahan hidup.

 

Habis baca buku-buku ini, dijamin pasti kamu ingin segera wujudkan perjalananmu sendiri! Jangan ditunda-tunda terus, rencanakan perjalanan istimewamu bareng Tiketrip Organizer aja. Hubungi kami di sini untuk reservasi trip serumu, ya.

Siapa nih, yang sanggup nolak kalau diajak wisata kuliner di Semarang? Selain terkenal sebagai kota dengan segudang sejarah dan budaya, Kota Semarang juga memiliki beragam kuliner khas yang patut dicoba. Jangan khawatir, Tiketrip akan kasih bocoran beberapa tempat kuliner favorit di Semarang yang lezat dan tentunya ramah di kantong. Penasaran? Simak ulasannya berikut, ya.

1. Tahu Gimbal Pak H. Edy

Tahu gimbal menjadi menu kuliner wajib saat kamu sedang berkujung di Kota Semarang. Warung tahu gimbal H. Edy ini dapat kamu temukan di sekitar kawasan kuliner Taman Indonesia Kaya, Jl. Menteri Supeno, yang dulunya merupakan bekas Taman KB. Datanglah ketika hari menjelang sore, karena warung ini mulai buka dari sore hingga malam hari. Nah, di dalam sepiring tahu gimbal, kamu dapat menemukan potongan lontong, tahu, gimbal atau rempeyek udang yang digoreng sedikit basah, satu telur ceplok, irisan kubis dan tauge. Kemudian bahan-bahan ini diguyur sambal kacang khas tahu gimbal dan taburan kerupuk udang. Hmmm…penasaran? Tenang saja, harga satu porsinya hanya Rp16.000 saja, kok!

2. Kue Leker Paimo

Salah satu makanan paling legendaris di Kota Semarang adalah Leker Paimo. Pasalnya, warung leker yang terletak di depan SMA Loyola Semarang ini sudah ada sejak tahun 1993, lho. Leker Paimo tak hanya menyediakan varian rasa coklat, keju, dan pisang saja, melainkan juga ada leker telur, jagung, tuna, sosis, hingga campuran keju mozzarella. Tak heran, jika banyak pelanggan yang rela mengantri hingga berjam-jam demi mencicipi kelezatan kue leker ini. Apalagi, harganya sangat ramah di kantong, mulai dari Rp1.000 sampai Rp16.000 saja.

3. Nasi Goreng & Gongso Babat Pak Karmin

Kamu ngaku penggemar nasi goreng? Saatnya kamu cicipin nasi goreng babat legendaris Pak Karmin di Kota Semarang. Warung nasi goreng yang sudah ada sejak tahun 1971 ini bisa kamu temukan di pinggir Jembatan Mberok. Bahkan kini sudah ada cabangnya di Jalan Thamrin, lho. Tersedia menu andalan nasi goreng babat dan nasi babat gongso yang pasti bakal bikin kamu ngiler. Untuk harga, dalam kurun lima tahun terakhir, warung ini tidak pernah menaikkan harganya. Kalian cukup mengeluarkan Rp25.000 untuk nasi goreng babat atau nasi babat gongso, dan Rp10.000 untuk nasi goreng telur. Cukup murah, bukan?

3. Lumpia Gang Lombok

Lumpia adalah makanan tradisional yang telah menjadi ikon kuliner wajib ibu kota Jawa Tengah ini. Makanan ini berupa campuran rebung dan rempah lumpia yang dibalut dengan kulit lumpia yang renyah. Untuk mencicipi kuliner satu ini kamu bisa mengunjungi Loenpia Semarang Gang Lombok no. 11 yang terletak di dekat Kelenteng Tay Kak Sie. Satu buah lumpia bisa kamu dapatkan dengan harga Rp15.000, baik digoreng ataupun yang belum. Cocok banget buat oleh-oleh keluarga atau teman di rumah.

 

Gimana? Jadi laper, kan? Daripada nahan laper, mending ikutan trip Semarang City Tour bareng Tiketrip dan rasakan nikmatnya salah satu kuliner khas Semarang yang akan manjakan lidahmu. Cek media sosial Tiketrip atau kontak kami di sini, ya.

Sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang ingin menikmati suasana kota di musim liburan. Kota ini menyajikan beragam unsur sejarah serta budaya yang sangat unik untuk ditelusuri. Kali ini, Tiketrip akan berbagi rekomendasi destinasi wisata di Kota Semarang buat kamu yang berencana menghabiskan libur akhir tahun di kota ini. Simak ulasannya berikut, ya.

1. Kota Lama

Destinasi pertama yang paling wajib dikunjungi yaitu Kota Lama. Sesuai namanya, di sini kamu akan menemukan jejeran bangunan-bangunan lama bergaya arsitektur Eropa tahun 1700-an yang masih kokoh berdiri hingga saat ini. Dulunya Kota Lama ini adalah pusat perdagangan dan pemerintahan Kota Semarang di abad 19-20, lho. Kamu bisa mengunjungi kawasan ini setiap hari selama 24 jam penuh tanpa perlu membayar tiket masuk untuk sekadar berjalan-jalan menyusuri suasana de Europeeshe Buurt atau Little Netherland. Asyik, kan?

2. Lawang Sewu

Siapa nih, yang udah pernah melihat bangunan Lawang Sewu di acara mistis televisi? Bangunan kuno peninggalan jaman Belanda ini memang dulunya terkenal angker. Namun, semenjak dilakukan pemugaran. Lawang Sewu menjadi destinasi favorit para pelancong, lho! Bangunan yang dulunya merupakan kantor pusat perusahaan kereta api atau Nederlandsch Spoorweg Naatschappij (NIS) ini memiliki arsitektur yang menarik untuk dijadikan objek foto. Banyaknya lubang pintu yang terdapat di bangunan inilah yang membuatnya dinamakan Lawang Sewu atau “pintu seribu”. Meski demikian, jumlah aslinya hanya terhitung 429 buah, kok.

3. Sam Poo Kong

Beralih ke Semarang bagian Barat, terdapat tempat bersejarah lainnya yang tak kalah menarik, yaitu Kelenteng Gedung Batu Sam Poo Kong. Kelenteng ini dulunya merupakan tempat persinggahan pertama seorang Laksamana Tiongkok ketika mengunjungi Pulau Jawa di tahun 1400-an. Uniknya, Laksamana yang bernama Zeng He adalah seorang muslim, lho. Sehingga, walau Kelenteng Sam Poo Kong kini adalah tempat ibadah umat Tridharma (Taoisme, Buddhisme dan Konfusianisme), namun banyak umat Islam Kejawen yang masih sering datang untuk berziarah. Untuk bisa masuk, kamu cukup mengeluarkan biaya tiket sebesar Rp10.000 saja. Cukup terjangkau, bukan?

4. Kampung Pelangi

Siapa sangka sebuah kawasan perkampungan kumuh bisa disulap menjadi kampung cantik berwarna-warni? Itulah yang terjadi di Kampung Gunung Brintik atau yang kini terkenal dengan nama Kampung Pelangi. Saat menginjakkan kaki di gerbang masuk kampung ini, kamu akan disuguhkan pemandangan rumah-rumah bercat warna-warni yang cantik dan menggemaskan. Saking menariknya, kampung ini sampai diliput oleh media asing, lho. Cocok banget buat kamu yang hobi selfie karena tempat ini sangat Instagram-able.

5. Masjid Agung Jawa Tengah

Semarang memang kaya akan budaya dan toleransi. Selain kelenteng bersejarah, di Semarang kamu juga akan disambut oleh kemegahan Masjid Agung Jawa Tengah. Bergaya arsitektur campuran Jawa, Romawi, dan Islam, masjid ini tak hanya digunakan untuk tempat ibadah, melainkan juga menarik minat para wisatawan. Pilar-pilar yang mengitari masjid ini didesain menyerupai koloseum Athena di Romawi dengan hiasan kaligrafis yang menyimbolkan 25 Nabi dan Rasul. Benar-benar mengagumkan.

 

Jadi, kapan nih, mau ke Semarang? Biar seru, gabung aja di open trip Semarang City Tour bareng Tiketrip di tanggal 29, 30, 31 Desember 2018 dan 1 Januari 2019. Info lengkapnya langsung hubungi kami lewat sini, ya. Happy holiday!

Selamat Hari Ibu! Sudah ucapkan rasa terima kasihmu atas kasih sayang ibu selama ini? Selain dalam bentuk kata-kata, kamu juga bisa mengungkapkan rasa terima kasihmu dalam wujud yang lain lho, seperti memberikan kado hingga mengajak liburan berdua. Cari tahu barang apa yang ibu sukai atau destinasi mana yang akan membuat ibumu bersemangat. Nah, karena Tiketrip paham banget nih, sebagian besar ibu-ibu suka belanja, kali ini akan kita ulas empat tempat wisata belanja yang pasti akan bikin ibu-ibu sumringah. Penasaran? Simak ulasannya berikut, ya!

1. Pasar Klewer, Solo

Nah, pasar satu ini sudah sejak lama terkenal di kalangan ibu-bu. Pasalnya, Pasar Klewer ini adalah salah satu pasar tertua di Solo, Jawa Tengah, lho. Di sini kamu bisa mendapatkan beragam kain batik hingga kebaya dengan harga yang jauh lebih murah dibanding tempat manapun. Bahkan, konon pasar ini dinamakan Pasar Klewer karena banyaknya kain batik yang “kleweran” atau menjuntai. Unik, ya?

2. Jalan Cibaduyut, Bandung

Sepatu Ibu sudah jadul dan butuh beli baru? Artinya kamu harus segera pesan tiket ke Bandung dan ajak Ibu belanja sepatu di Jalan Cibaduyut. Mulai dari sepatu jalan, sepatu olahraga, hingga sepatu kulit, semuanya tersedia di sini. Tentu saja, kamu bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran, dijamin Ibu pasti nagih. Kamu juga bisa menemukan beragam sepatu kekinian produksi lokal yang salah satunya dimiliki juga oleh Presiden Jokowi, lho!

3. Pasar Sukawati, Bali

Ngajak Ibu liburan ke Bali belum lengkap kalau belum mampir ke pasar Sukawati. Pasar ini terkenal dengan beragam model pakaian dan kerajinan tradisional khas Bali. Untuk harga jangan ditanya, dijamin tak akan menguras isi dompet. Apalagi kalau Ibumu adalah seorang pecinta seni, pasti akan bingung mau bawa pulang yang mana untuk hiasan baru di rumah. Semuanya unik dan estetik!

4. Pasar Beringharjo, Yogyakarta

Ingin tahu tempat lain yang menjual batik dengan harga terjangkau selain di Solo? Mampir saja ke Pasar Beringharjo yang terletak di Yogyakarta. Terdapat ratusan penjual batik, mulai dari celana hingga kemeja dengan warna dominan putih, hitam, dan coklat memenuhi pasar ini. Kalau di sini, kamu tak hanya akan menemui penjual batik saja, namun juga banyak yang menjual berbagai bahan ramuan jamu. Dijamin Ibu betah berlama-lama keliling pasar ini!

Jadi, mau ajak Ibu liburan berdua ke mana, nih? Kalau bingung, konsultasiin aja ke Tiketrip Organizer yang akan bantu kamu tentuin destinasi wisata lengkap dengan itinerary yang seru buat liburanmu bareng Ibu. Kami tunggu curhatmu lewat kontak ini, ya. Salam hangat untuk Ibu!

Traveling bukan hanya seputar bersenang-senang dan foto-foto saja, lho. Seiring meningkatnya aktivitas pariwisata, menjadi seorang eco-traveller adalah hal yang sangat dianjurkan. Apa itu eco-traveller? Eco-traveller adalah seseorang yang menghargai lingkungan dan menghormati kearifan lokal pada saat melakukan sebuah perjalanan atau berwisata. Menjadi seorang eco-traveller sama dengan mendukung sepenuhnya pariwisata yang berkelanjutan atau responsible tourism. Nah, ingin tahu apakah kamu termasuk sebagai salah satu eco-traveller? Simak ciri-ciri yang dimiliki seorang eco-traveller berikut ini, ya.

1. Membeli Produk Lokal

Traveling tak akan lengkap tanpa membawa pulang cinderamata atau oleh-oleh. Nah, seorang eco-traveller akan membawa pulang produk asli hasil produksi warga setempat. Sebab pada umumnya, produk lokal memiliki kualitas yang lebih bagus. Di sisi lain, membeli produk lokal sama halnya turut membantu meningkatkan penghasilan masyarakat setempat agar sejahtera dan terus berkembang.

2. Menggunakan Transportasi Publik

Menggunakan trabsportasi publik

Transportasi publik dapat diartikan sebagai bus, kereta, sepeda, transportasi tradisional lokal, hingga berjalan kaki. Selain agar mengurangi polusi udara, seorang eco-traveller akan menggunakan transportasi publik supaya tidak menyumbang kemacetan, terlebih pada saat libur panjang. Bisa bayangin kan, gimana macetnya jalanan saat libur panjang kalau semua orang berwisata menggunakan kendaraan pribadi masing-masing?

3. Memilih Akomodasi Ramah Lingkungan

Memilih guest house warga lokal

Meskipun dampaknya tidak terlihat besar, namun memilih akomodasi yang berbasis ramah lingkungan akan berpengaruh dalam jangka panjang. Biasanya, akomodasi ramah lingkungan ini bisa ditemukan pada penginapan yang disediakan oleh warga lokal. Dengan mengangkat konsep guest house, penginapan yang disediakan warga lokal ini biasanya terbatas, sehingga seorang eco-traveller akan mencari tahu dan memesannya jauh-jauh hari.

4. Mempelajari Nilai-Nilai Kearifan Lokal

Belajar dari warga lokal

Berinteraksi dengan warga lokal adalah karakteristik utama seorang eco-traveller. Baginya, menyatu bersama kehidupan warga setempat dan mempelajari nilai-nilai kearifan lokalnya merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Bahkan hal inilah yang justru dianggap sebagai oleh-oleh utama bagi seorang eco-traveller dibandingkan sebuah cinderamata.

5. Memilih Penyedia Jasa Wisata Profesional

Pilih penyedia jasa wisata profesional

Banyaknya penyedia jasa wisata mengharuskanmu untuk pintar memilih dan memilah yang tepat. Seorang eco-traveller akan memilih penyedia jasa wisata yang menyediakan paket wisata dengan menggandeng peran warga lokal. Ia akan mempelajari latar belakang penyedia jasa wisata dan deskripsi paket wisata yang ditawarkan melalui website resmi atau review yang ada dengan detil dan penuh seksama.

Nah, apakah kamu melakukan hal-hal di atas pada saat traveling? Jika iya, selamat! Kamu telah turut berupaya agar dunia pariwisata terus berkembang dan dinikmati oleh generasi penerus kita. Yuk, cari tahu paket wisata yang biasanya disukai oleh seorang eco-traveller di sini. Kamu juga bisa cek penyedia jasa wisata yang menggandeng peran warga lokal di sini. Jangan ragu untuk tanya-tanya mengenai berwisata yang berkelanjutan dengan kami lewat ini, ya. Salam eco-traveller!

Lari, badminton, hingga berenang adalah beberapa jenis olahraga yang sudah umum dan hampir semuanya pernah kita lakukan. Akan tetapi, apakah kamu sudah pernah mencoba olahraga panahan? Jenis olahraga yang sering dianggap sebagai olahraga statis ini rupanya memerlukan kekuatan, ketahanan, dan fokus yang tidak sembarangan saat melakukannya, lho. Maka tidak heran jika olahraga panahan mempunyai beberapa manfaat yang baik bagi tubuh kita, terutama terhadap anak-anak. Bagi kamu yang sedang mempertimbangkan untuk mencoba olahraga ini, simak beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan berikut, ya.

1. Meningkatkan Koordinasi Tangan dan Mata

Untuk melakukan olahraga panahan, keterampilan mata dan tanganmu merupakan kunci utama. Olahraga ini akan melatih tanganmu untuk bekerja sama melakukan tugas yang berbeda, seperti saat membidik dan melepaskan panah sesuai dengan pengamatan mata.  Semakin sering kamu melakukan olahraga panahan, akan semakin baik koordinasi antar mata dan tanganmu.

2. Melatih Daya Fokus

Sering merasa salah fokus atau susah fokus? Nampaknya kamu harus mencoba olahraga panahan. Dalam olahraga ini, kamu akan selalu mencoba agar dapat membidik sesuai target yang disediakan. Jika terus rutin melakukannya, semakin lama kamu akan memiliki daya fokus yang semakin baik. Itulah mengapa olahraga ini sangat direkomendasikan untuk dikenalkan pada anak sejak dini. Anak yang terbiasa dengan olahraga panahan akan memiliki konsentrasi dan daya fokus yang baik, yang berpengaruh baik pada perilaku dan kebiasaannya.

3. Memperkuat Otot Tangan dan Mata

Berkonsentrasi penuh pada target saat membidik sasaran mampu melatih otot-otot mata, lho. Terlebih, target yang biasanya terletak di jarak yang cukup jauh, akan membuat pandangan pembidik menjadi lebih tajam. Apabila olahraga panahan ini dilakukan secara rutin, kamu akan terhindar dari rabun jauh dan dekat. Di sisi lain, aktivitas menarik dan melepas busur yang rupanya mirip dengan mengangkat beban, dapat memperkuat otot tubuh bagian atas, terutama pada kedua tangan, dada, bahu, dan punggung.

4. Melatih Kesabaran

Membidik sasaran biasanya dilakukan dengan penuh hati-hati tanpa tergesa-gesa. Hal inilah yang secara tidak langsung mempengaruhi psikologis pembidik sehingga terbiasa menjadi lebih sabar. Sebab bidikan yang dilakukan dengan terburu-buru biasanya kurang optimal dalam meraih target.

Ternyata banyak manfaat yang bisa diperoleh dari membiasakan olahraga panahan, ya. Nah, bagi kamu yang penasaran ingin mencoba olahraga ini, kamu bisa berlatih langsung dengan para ahlinya di Desa Sangurejo, Sleman, Jogja, lho. Di sini, kamu bisa mencoba berlatih panahan di tengah suasana desa yang asri dan tenang. Cek informasi paket wisata panahan bersama Tiketrip di sini ya, dan silakan kontak kami lewat sini untuk lakukan reservasi. Keep happy and healthy, guys!

Klaten sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah rupanya menyimpan banyak pesona, mulai dari keindahan alam, seni, hingga budaya. Tanah yang subur dan beragam peninggalan kerajaan kuno menjadi kekayaan tersendiri bagi kabupaten ini. Nah, kali ini Tiketrip akan mengulas empat candi bersejarah peninggalan kerajaan kuno yang unik dan menarik untuk dikunjungi. Bagi kamu pecinta wisata sejarah, yuk simak informasinya berikut.

1. Candi Prambanan

Candi Prambanan

Siapapun nampaknya sudah tak asing lagi dengan candi satu ini. Candi yang terkenal sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia ini wajib kamu kunjungi saat sedang berada di Klaten. Lokasinya sekitar 100 m dari jalan raya Yogya-Solo,  sehingga candi ini akan sangat mudah ditemukan. Di kompleks Candi Prambanan ini, kamu bisa melihat berberapa candi, di antaranya 3 Candi Trimurti, 3 Candi Wahana, 2 Candi Apit, 4 Candi Kelir, 4 Candi Patok dan 224 Candi Perwara. Selain itu, kamu juga bisa menikmati sajian Sendratari Ramayana yang mengagumkan di panggung terbuka seberang candi. Pagelaran ini digelar sebanyak 3 kali dalam seminggu pada hari Selasa, Kamis, dan Jumat pukul 19.30-21.30. Yakin mau melawatkan begitu saja?

2. Candi Sewu

Sedang berkeliling kawasan Candi Prambanan? Jangan sampai melewatkan pesona Candi Sewu ini, ya! Terletak hanya 800 meter dari Candi Prambanan, Candi Sewu diklaim sebagai candi peninggalan Buddha yang masih kokoh berdiri hingga sekarang. Nama Candi Sewu sendiri berangkat dari jumlah candi yang begitu banyak, seolah-olah berjumlah seribu. Ya, seribu merupakan arti dari kata “Sewu” dalam Bahasa jawa. Akan tetapi, jumlah Candi Sewu ini sebenarnya hanya berjumlah 249 candi saja. Yang menarik, hadirnya candi bercorak Buddha berdekatan dengan Candi Prambanan yang bercorak Hindhu, rupanya mencerminkan hubungan harmonis antar umat beragama di Indonesia pada zaman dahulu, lho.

3. Candi Merak

Candi yang terletak di Desa Karangnongko, Klaten, ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan dua candi sebelumnya, yakni Candi Prambanan dan Candi Sewu. Nah, yang menjadikannya unik adalah kisah ditemukan candi ini yang berkaitan dengan asal-usul namanya. Dulunya, lahan Candi Merak merupakan lahan yang ditumbuhi pohon joho. Besarnya pohon ini membuat banyak burung merak yang hinggap dan bertengger. Suatu ketika, pohon ini tumbang hingga akar dan tanahnya ikut terangkat. Terlihat beberapa arca di bawah pohon ini yang setelah digali lebih dalam, rupanya ditemukan sebuah candi. Itulah mengapa candi ini dinamakan Candi Merak, karena dulunya banyak burung merak di lahan tersebut.

4. Candi Plaosan

Candi Plaosan

Candi Plaosan menjadi candi yang menyimpan sejarah paling unik di antara tiga candi sebelumnya. Pasalnya, candi ini merupakan bukti cinta sekaligus toleransi beragama antara Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya dan Pramordyawardhani dari Dinasti Syailendra. Hal ini terlihat dari corak candi yang merupakan perpaduan karakter candi Hindhu dan Buddha. Terdapat dua candi yang disebut sebagai sepasang candi kembar, yaitu Candi Plaosan Lor atau utara dengan relief perempuan (Pramosdyawardhani) dan Plaosan Kidul atau selatan dengan relief laki-laki (Rakai Pikatan). Romantis, ya?

Saat mengunjungi Candi Plaosan di sore hari, kamu akan disajikan pemandangan matahari terbenam yang sangat cantik jika beruntung. Semburat warna oren yang berpadu dengan ungu di kala senja, menjadikan tempat ini sebagai salah satu spot sunset terbaik di Klaten. Penasaran, kan? Kamu bisa cek paket wisata Amazing Plaosan bersama Tiketrip di sini dan hubungi kami lewat sini. Enjoy your holiday!