Klaten sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah rupanya menyimpan banyak pesona, mulai dari keindahan alam, seni, hingga budaya. Tanah yang subur dan beragam peninggalan kerajaan kuno menjadi kekayaan tersendiri bagi kabupaten ini. Nah, kali ini Tiketrip akan mengulas empat candi bersejarah peninggalan kerajaan kuno yang unik dan menarik untuk dikunjungi. Bagi kamu pecinta wisata sejarah, yuk simak informasinya berikut.

1. Candi Prambanan

Candi Prambanan

Siapapun nampaknya sudah tak asing lagi dengan candi satu ini. Candi yang terkenal sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia ini wajib kamu kunjungi saat sedang berada di Klaten. Lokasinya sekitar 100 m dari jalan raya Yogya-Solo,  sehingga candi ini akan sangat mudah ditemukan. Di kompleks Candi Prambanan ini, kamu bisa melihat berberapa candi, di antaranya 3 Candi Trimurti, 3 Candi Wahana, 2 Candi Apit, 4 Candi Kelir, 4 Candi Patok dan 224 Candi Perwara. Selain itu, kamu juga bisa menikmati sajian Sendratari Ramayana yang mengagumkan di panggung terbuka seberang candi. Pagelaran ini digelar sebanyak 3 kali dalam seminggu pada hari Selasa, Kamis, dan Jumat pukul 19.30-21.30. Yakin mau melawatkan begitu saja?

2. Candi Sewu

Sedang berkeliling kawasan Candi Prambanan? Jangan sampai melewatkan pesona Candi Sewu ini, ya! Terletak hanya 800 meter dari Candi Prambanan, Candi Sewu diklaim sebagai candi peninggalan Buddha yang masih kokoh berdiri hingga sekarang. Nama Candi Sewu sendiri berangkat dari jumlah candi yang begitu banyak, seolah-olah berjumlah seribu. Ya, seribu merupakan arti dari kata “Sewu” dalam Bahasa jawa. Akan tetapi, jumlah Candi Sewu ini sebenarnya hanya berjumlah 249 candi saja. Yang menarik, hadirnya candi bercorak Buddha berdekatan dengan Candi Prambanan yang bercorak Hindhu, rupanya mencerminkan hubungan harmonis antar umat beragama di Indonesia pada zaman dahulu, lho.

3. Candi Merak

Candi yang terletak di Desa Karangnongko, Klaten, ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan dua candi sebelumnya, yakni Candi Prambanan dan Candi Sewu. Nah, yang menjadikannya unik adalah kisah ditemukan candi ini yang berkaitan dengan asal-usul namanya. Dulunya, lahan Candi Merak merupakan lahan yang ditumbuhi pohon joho. Besarnya pohon ini membuat banyak burung merak yang hinggap dan bertengger. Suatu ketika, pohon ini tumbang hingga akar dan tanahnya ikut terangkat. Terlihat beberapa arca di bawah pohon ini yang setelah digali lebih dalam, rupanya ditemukan sebuah candi. Itulah mengapa candi ini dinamakan Candi Merak, karena dulunya banyak burung merak di lahan tersebut.

4. Candi Plaosan

Candi Plaosan

Candi Plaosan menjadi candi yang menyimpan sejarah paling unik di antara tiga candi sebelumnya. Pasalnya, candi ini merupakan bukti cinta sekaligus toleransi beragama antara Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya dan Pramordyawardhani dari Dinasti Syailendra. Hal ini terlihat dari corak candi yang merupakan perpaduan karakter candi Hindhu dan Buddha. Terdapat dua candi yang disebut sebagai sepasang candi kembar, yaitu Candi Plaosan Lor atau utara dengan relief perempuan (Pramosdyawardhani) dan Plaosan Kidul atau selatan dengan relief laki-laki (Rakai Pikatan). Romantis, ya?

Saat mengunjungi Candi Plaosan di sore hari, kamu akan disajikan pemandangan matahari terbenam yang sangat cantik jika beruntung. Semburat warna oren yang berpadu dengan ungu di kala senja, menjadikan tempat ini sebagai salah satu spot sunset terbaik di Klaten. Penasaran, kan? Kamu bisa cek paket wisata Amazing Plaosan bersama Tiketrip di sini dan hubungi kami lewat sini. Enjoy your holiday!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *